Me Is My Self

tak ada keadaan yang lebih baik kecuali menjadi diri sendiri

- See more at: http://www.tutorial89.com/2014/08/cara-mudah-membuat-tombol-share-di.html#sthash.x3NNs3WP.dpuf

Writing is Everything

kenapa suka masak?

Kamis, 03 Maret 2016


Taraaa.. cilok saus kacang homemade by me..konon katanya cilok itu berasal dari kata “aci dicolok” disingkat “ci-lok”. Apapun deh, yang penting bisa jadi cemilan ciamik yang menggoyang lidah. Awal cerita kenapa membuat cilok,soalnya, dari kemarin sempat beberapa kali beli cilok tapi rasanya zonk.kzllll kan jadinya.So, saya memutuskan membuatnya sendiri.
Anyway, saya suka masak lho. Kenapa saya suka masak? Karena saya adalah penganut paham “diantara sekian juta laki-laki di bumi ini, pasti ada yang memasukan kriteria “jago masak” didalam list criteria calon istrinya. Yaaa siapa tahu keahlian masak saya masuk di criteria mereka”.hehe

“Life is Like a Cup Of Coffee”

Minggu, 28 Februari 2016


Life is Like a Cup Of Coffee” adalah salah satu quotes favorit saya. quotes ini saya tonton dari chanel youtube sekitar 4 tahun yang lalu, ketika saya sedang mencari video inspirasi. Pertama kali melihat video inspirasi ini saya merinding dan langsung ngena sekali dihati. Jika dilihat dari historinya, video ini diunggah sekitar tujuh tahun yang lalu dan saat ini telah banyak versinya, tapi tetep, video favorit saya adalah yang versi pertama karena background musicnya juga bikin merinding.
Saya setuju sekali dengan ungkapan dan filososfi dari sebuah kopi dalam video tersebut. dalam video inspirasional itu diceritakan bahwa seorang professor yang memberikan nasehat kepada para alumninya melalui perumpamaan sebuah kopi. Si professor menghidangkan kopi dalam berbagai cup dan meminta tamunya itu untuk mengambil kopi2 yang dihidangkan tersebut, dan kemudian memberikan penjelasan ungkapanya. Yang saya tangkap dari cerita itu adalah bahwa hidup itu ibarat secangkir kopi.

menanti datangnya dia

Sabtu, 21 Maret 2015


Akan tiba saatnya, dimana akan ada sesorang yang datang, berdiri disampingmu, menggenggam tanganmu, menatap wajahmu, meyakinkan hatimu, untuk melangkahkan kaki bersama, menyusuri jalan indah menuju masa depan.

Di Sudut Tempat Kami Mengabdi

Rabu, 18 Maret 2015


Di sudut ruang disebuah rumah sakit, Nampak dua orang ibu tua sedang berjualan, sebut saja ibu A dan ibu B. Ibu A dengan sibuknya melayani pembeli setianya, yang datang silih berganti.sementara di sudut lain tak jauh dari tempat ibu A menjajakan daganya,nampak ibu B yang hanya sendirian, dengan perlahan dan tampak lesu mengeluarkan satu persatu bukusan kotak dari plastik hitam, sambil sesekali menawarkan daganganya kepada orang yang hilir mdik melewati tempat itu. Tak lama setelah ibu itu mengeluarkan semua daganya dari plastic hitam, kemudian ibu B tersebut mengemasi kembali daganya.

mencari semangat

Kamis, 19 Juni 2014


Beberapa hari ini, hari saya dilalui dengan bersemedi di tempat sepi itu. berangkat pagi menjelang siang, menggendeng laptop dan menenteng lembaran2 dan buku yang super tebal dan semua itu berat. duduk dihadapan leptop berjam2, bukaanya microsoft word,ngotak atik sana sini. siang menjelang sore, atau terkadang malam, baru pulang, sesampainya di rumah pun hanya istirahat sebentar, kemudian laptop lagi.
inikah namanya perjuangan??
lelah, bosan, itu pasti.

SOAL KATA SEMANGAT

Rabu, 11 Juni 2014


Kata “semangat” terkadang menjadi andalan. Terlebih lebih saat kita down, putus asa, galau, dan lain sebai macamnya. Kata semangat itu kadang menjadi senjata andalan, saat teman, sahabat atau keluarga sedang menghadapi masalah. Para mahasiswa misalnya, kalau pas lagi banyak tugas, praktikum sampai sore, mau ujian, lagi skripsian, sampai yang lagi ngegalauain dosen yang susah diajak bimbingan pun, teman-temanya selalu bilang “semangat yaaaa…”. Kata standar yang sering kita dengar.

bersyukur, maka kamu taka kan merasa kurang

Senin, 27 Januari 2014


      Kali ini saya akan bercerita. Cerita klasik seorang mahasiswa. Ya, apalagi kalau bukan soal IP dan nilai akademik.bisa dibilang ini pengalaman. Banyak para mahasiswa sering bilang, IPK atau nilai bukanlah segalanya, percuma nilai dan IPK tinggi jika ujung-ujungnya soft skills dan social skillsnya buruk. Kebanyakan yang mengatakan demikian adalah para aktivis maupun organisator yang sangat aktiv berorganisasi. Tapi selain mereka banyak juga yang berkata demikian.  Termasuk saya.