Di sudut ruang
disebuah rumah sakit, Nampak dua orang ibu tua sedang berjualan, sebut saja ibu
A dan ibu B. Ibu A dengan sibuknya melayani pembeli setianya, yang datang silih
berganti.sementara di sudut lain tak jauh dari tempat ibu A menjajakan
daganya,nampak ibu B yang hanya sendirian, dengan perlahan dan tampak lesu
mengeluarkan satu persatu bukusan kotak dari plastik hitam, sambil sesekali
menawarkan daganganya kepada orang yang hilir mdik melewati tempat itu. Tak lama
setelah ibu itu mengeluarkan semua daganya dari plastic hitam, kemudian ibu B
tersebut mengemasi kembali daganya.
Memasukan satu persatu lagi daganganya
kedalam plastic hitam. Dengan wajah sendunya, terkadang ibu itu melirik kea rah
ibu A yang sekali lagi, sedang asyik melayani pembelinya. Ibu B kemudian
berjalan menyusuri lorong, berpndah ke tempat lain. masih Nampak ibu B berhenti
diantara kerumunan pelanggan rumah sakit yang sedang mengantri obat. Lagi, ibu
itu hanya diam, sambil memegang erat, dua platik hitam yang ia bawa di kedua
tanganya. Tidak sampai 5 menit ibu B berada di tempat tersebut ibu itu kembali
beranjak pergi, melewati tempat saya berdiri. Sambil berjalan pelan, ibu B
perlahan menyusuri lorong, menuju pintu keluar. Pemandangan miris, tentang
realita hidup. Apa yang ibu B lakukan, mungkin adalah salah satu cara beliau
untuk bertahan hidup. Di tengan suasana rumah sakit yang banyak diantara
pengunjungnya sedang merasakan kesakitan, merasakan sakitnya si ibu, si anak,
si bapak, atau siapa pun keluarga serta kerabatnya, ada sesosok ibu B yang
sedang menjalani liku hidupnya untuk bisa bertahan. Begitulah hidup, dan
begitulah seharusnya hidup berjalan. Berjuang, berusaha, terjatuh dan kemudian
bangkit lagi, menempa diri, mencari solusi dan bagaimanapun hidup harus
berjalan, hanya allah yang maha mengetahui.
Ya Allah, berikanlah
senantiasa lindungan dan rahmatmu kepada Ibu B. amin J
Klaten, 18 maret 2015
Di sudut tempat kami
mengabdi.
0 komentar:
Posting Komentar