Me Is My Self

tak ada keadaan yang lebih baik kecuali menjadi diri sendiri

- See more at: http://www.tutorial89.com/2014/08/cara-mudah-membuat-tombol-share-di.html#sthash.x3NNs3WP.dpuf

Writing is Everything

Apalah Arti Sebuah Nama (Sebuah Nama Alay)

Senin, 03 Desember 2012



Pagi-pagi sudah online jejaring social f* saja, hal yang bisa dipandang kurang wajar. Apa iya, bangun jedher langsung berhadapan dengan notebook lalu online. Tapi tak apalah, itu hiburan, inspirasi juga bisa, untung-untung buat mengawali pagi, atau hanya sekedar menyalurkan hasrat “kepo”. Why not lah asal masih dalam ambang batas kewajaran.
Bicara soal jejaring social yang satu ini, kadang saya heran, terutama tiap kali membukanya. Hal yang membuat heran bukan jejaringnya tapi penggunanya. Lebih tepatnya nama-nama penggunanya. Banyak sekali nama-nama yang jauh dari jangkauan pikiran saya. Kok ada gitu ya nama orang sebegitu anehnya sampai-sampai belum pernah terpikir sebelumnya, jauh sebelum saya mengenal jejaring social. Kebanyakan orang mungkin menyebutnya nama alay.istilah keren yang muncul di abad 21 ini.
Kadang saya berfikir sendiri,, “ah paling-paling orang seperti itu adalah orang yang berprinsip apalah arti sebuah nama”. Ya mungkin, seenaknya saja membuat nama “Budi van persie”. Pertanyaan saya yang muncul, budi itu siapanya van persi?. Atau nama yang kadang narsis “Anie ci anag maniez”.tapi setelah saya lihat fotonya, pertanyaan saya malah berbalik,”manis dari mananya sih?dari kameranya mungkin”. Atau nama yang lebih extream lagi “GueCayanxDiaCelaluCetia”. Eh lah, itu nama apa judul film ya?? Sudah aneh, tak berspasi pula. Mirisnya lagi, dia anak SMA, jelas2 mendapatkan pelajaran Bahasa Indonesia, harusnya taulah cara menulis yang baik dan benar. Tapi mungkin juga dia kurang paham, dan kurang bisa mengaplikasikan. Ya, sekali lagi, mungkin.
Tetapi kebanyakan dari pemilik nama-nama aneh tersebut adalah para remaja yang notanyeja masih dalam usia transisi dimana mereka sangat membutuhkan sekali yang namanya pengekspresian diri. Yang saya pahami disini adalah mungkin nama-nama tersebuta adalah bagian dari pengekspresian jati dirinya.  Mereka mengungkapkan kesukaan mereka lewat nama mereka di jejaring social. Anak yang bernama “budi van persie” tadi mungkin dia salah satu penggemar van persie, jadi dia ingin menciptakan image seolah-olah di adalah satu nama dengan van persie. Atau yang bernama “anie ci anag maniezt” itu dia ingin menunjukan kepada dunianya bahwa dia memang anak yang manis, atau itu adalah wujud suatu daya tarik, supaya orang yang membaca namanya tertarik untuk berteman denganya. Lain lagi yang bernama “GueCayangDiaCelaluCetia”. Menurut saya, dia ini ingin mengekspresikan rasa sayangnya terhadap “dia” , yang mungkin kekasihnya, lewat sebuah nama jejaring soisalnya. Tingkah laku remaja, memang ada-ada saja.
Terlepas dari mereka yang berprinsip “apalah arti sebuah nama” lebih tepatnya “nama jejaring social” tersebut,tetapi  masih banyak juga yang berprinsip “nama adalah doa” .  mereka lebih suka untuk menu jukan nama mereka secara sederhana atau apa adanya. Negara kita adalah Negara yang sangat menjunjung tinggi apa itu kebebasan, jadi apa salahnya orang berekspresi.
Sederhana dan bermakna, Rinna yuni Triwigati.

filosofi obat: obat bukan satu- satunya penghilang rasa sakit

Senin, 27 Februari 2012

ketika kita sakit, yang ada dipikiran kita adalah ingin cepat sembuh. seseorang yang ingin cepat sembuh, biasanya langsung berpikir untuk memperoleh obat sebagai jalan pintasnya. benar memang, obat adalah sebuah penghilang rasa sakit. tapi tahukan anda kalau obat bukanlah satu-satunya penghilang rasa sakit. berdasarkan ilmu kesehatan, tidak semua sakit dapat langsung diatassi dengan obat, ternyata ada cara lain yang lebih mudah untuk menyembuhkanya. contoh saja diare pada anak. tak harus anak yang diare itu diberi obat, bisa dengan pemberian cairan dan istirahat. ternyata juga obat itu terkadang membahayakan tubuh kita loh.
lalu apa hubunganya obat dengan kita?
obat itu bukan satu-satunya penghilang rasa sakit. sama dengan hidup kita, semua masalah yang ada dalam hidup kita itu tak harus diselesaikan dengan satu jalan. ternyata masalah, cobaan, kegagalan, cercaan, cacian, penolakan, kesedihan, apapun itu masalah dlam hidup mempunyai banyak solusi. contoh saja, ada sebuah cerita dari temen yang menceritakan bahwa seorang teman laki-lakinya yang sedih setengah mati karena diputus oleh pacarnya yang sudah lama pacaran karena si pacarnya tersebut telah memiliki pujaan hati yang baru. dalam hal ini kebanyakan orang memberi solusi "sudah jangan disesali, masih banyak wanita2 lain yang mungkin lebih baik". tapi ternyata laki-laki itu bisa punya solusi lain. si laki-laki itu punya pilihanya sendiri. berhubung dia sebenarnya masih cinta dan berharap si mantanya ini masih cinta, maka si laki-laki tadi diam-diam menunggu si mantanya putus dengan pacarnya sampai 2tahun, lalu ia akhirnya kembali lagi bersama mantanya.karena dia masih sangat mencintai pacarnya tersebut.
jadi pada intinya setiap masalah itu pasti ada solusinya, dan itu lebih dari satu.