Me Is My Self

tak ada keadaan yang lebih baik kecuali menjadi diri sendiri

- See more at: http://www.tutorial89.com/2014/08/cara-mudah-membuat-tombol-share-di.html#sthash.x3NNs3WP.dpuf

Writing is Everything

SOAL KATA SEMANGAT

Rabu, 11 Juni 2014


Kata “semangat” terkadang menjadi andalan. Terlebih lebih saat kita down, putus asa, galau, dan lain sebai macamnya. Kata semangat itu kadang menjadi senjata andalan, saat teman, sahabat atau keluarga sedang menghadapi masalah. Para mahasiswa misalnya, kalau pas lagi banyak tugas, praktikum sampai sore, mau ujian, lagi skripsian, sampai yang lagi ngegalauain dosen yang susah diajak bimbingan pun, teman-temanya selalu bilang “semangat yaaaa…”. Kata standar yang sering kita dengar.
Alasan mengapa saya tiba-tiba ingin menulisakan tentang kata semangat adalah, ketika suatu siang, saat saya sedang asyik di depan laptop di salah satu sudut kampus, seorang teman di sebelah saya tiba-tiba nyletuk “saya bosan mendengar kata semangat” kemudian teman saya sebelahnya lagi menyambung “menyemangati diri sendiri itu lebih susah” dan saya juga ikutan nyambung “bersemangat itu nggak semuadah mengucapkan atau mendengarkan kata semangat”.
Ya, ada beberapa orang yang merasa bosan atau bahkan sudah kebal dengan teman atau siapapun yang mengucapkan kata “semangat yaa”. Saya sendiri pernah merasakannya. Sampai sampai bisa ditebak, habis ini dia mesti bakalan bilang “semangat yaa”. Seolah-olah semangat itu adalah kata standard an paling umum yang banyak diucapkan sebagai upaya mendukung dan member semangat seseorang. Tapi terkadang orang yang menerima bisa juga menganggapnya sebagai kata-kata yang biasa saja.
Ucapan “semangat yaa” memang umum terdengar. Tapi bagi saya itu adalah bentuk perhatian dan dukungan. Terlepas dari si pengucap itu iklas atau tidak, atau mungkin hanya formalitas saja, atau mungkin dia tidak ada kata lain yang bisa ia ucapkan sehingga dia dia memilih kata tersebut.
Ucapan semangat bisa menjadi ampuh ketika orang yang mengucapkan adalah orang special. Jadi ampuh atau tidaknya ucapan itu tergantung pada siapa yang mengucapkanya. Bagi orang yang sedang jatuh cinta, barang tentu gebetan yang memberikan ucapan semangat bisa menjadi pemacu semangat terampuh.
Mencoba menganalisis, kenapa ada sebagian orang yang bosan dengan kata semangat yaitu mungkin karena mereka sendiri sebenarnya sedang bersemangat, atau katakanlah dia sedang berada dalam kondisi level semangat paling tinggi. Disisi lain ada orang yang mengatakan padanya “semangat yaaa”, bisa jadi dia meakan merasa kata-kata itu hanya angin lalu, sehingga ia tidak membutuhkanya. Mungkin saja banyak orang yang memberikan ucapan itu padanya, sampai tak terhitung sehingga dia merasa bosan.  Alasan lain adalah, dia sudah kebal dengan kata itu, sehingga perlu hal lain yang bisa membangkitkan semangatnya.
Bagi saya pribadi, saya lebih suka memberikan semangat sambil member embel-embel sedikit kata-kata motivasi. Misalnya, waktu itu  temen saya cerita ke saya, dia merasa begitu sedih karena beberapa kali ditolak oleh perusahaan. Jadilah dia job seeker yang galau. Saya memberikan semangat kepada dia dengan sedikit embel-embel nasehat semisal “Allah belum mengizinkan kamu bekerja, karena Allah masih memilah mana yang terbaik bagimu. Bersyukurlah, kamu diuji untuk menjadi sabar, karena nati kamu akan mendapatkan yang terbaik. Saya sakin, selalu ada ganjaran untuk orang yang sabar. Tetep sabar dan tetep semangat”. Entah kata itu manjur atau tidak, tetapi dia bilang terharu dan sangat seneng punya sahabat seperti saya (*ecieeeeeeeeeeeeeee). 
Banyak cara untuk memberikan semangat kepada seseorang. Bosan atau tidaknya seseorang yang kita kasih semangat, tergantung juga dengan bagaimana kita mengucapkan dan bagaimana niat kita mengucapkanya dengan hati. Ucapan yang tulus dari hati pasti akan berbuah manis pula. Dan yang menurut saya ucapan semanagt yang terindah adalah, ucapan yang berasal dari hati dan diucapkan dengan senyuman paling manus yang tulus dari hati, meskipun itu hanya kata “semangat yaaaaa”.

0 komentar:

Posting Komentar