Kata “semangat” terkadang menjadi andalan. Terlebih lebih
saat kita down, putus asa, galau, dan lain sebai macamnya. Kata semangat itu
kadang menjadi senjata andalan, saat teman, sahabat atau keluarga sedang
menghadapi masalah. Para mahasiswa misalnya, kalau pas lagi banyak tugas,
praktikum sampai sore, mau ujian, lagi skripsian, sampai yang lagi ngegalauain
dosen yang susah diajak bimbingan pun, teman-temanya selalu bilang “semangat
yaaaa…”. Kata standar yang sering kita dengar.
Alasan mengapa saya tiba-tiba ingin menulisakan tentang kata
semangat adalah, ketika suatu siang, saat saya sedang asyik di depan laptop di
salah satu sudut kampus, seorang teman di sebelah saya tiba-tiba nyletuk “saya
bosan mendengar kata semangat” kemudian teman saya sebelahnya lagi menyambung “menyemangati
diri sendiri itu lebih susah” dan saya juga ikutan nyambung “bersemangat itu
nggak semuadah mengucapkan atau mendengarkan kata semangat”.
Ya, ada beberapa orang yang merasa bosan atau bahkan sudah
kebal dengan teman atau siapapun yang mengucapkan kata “semangat yaa”. Saya sendiri
pernah merasakannya. Sampai sampai bisa ditebak, habis ini dia mesti bakalan
bilang “semangat yaa”. Seolah-olah semangat itu adalah kata standard an paling
umum yang banyak diucapkan sebagai upaya mendukung dan member semangat seseorang.
Tapi terkadang orang yang menerima bisa juga menganggapnya sebagai kata-kata
yang biasa saja.
Ucapan “semangat yaa” memang umum terdengar. Tapi bagi saya
itu adalah bentuk perhatian dan dukungan. Terlepas dari si pengucap itu iklas
atau tidak, atau mungkin hanya formalitas saja, atau mungkin dia tidak ada kata
lain yang bisa ia ucapkan sehingga dia dia memilih kata tersebut.
Ucapan semangat bisa menjadi ampuh ketika orang yang
mengucapkan adalah orang special. Jadi ampuh atau tidaknya ucapan itu
tergantung pada siapa yang mengucapkanya. Bagi orang yang sedang jatuh cinta,
barang tentu gebetan yang memberikan ucapan semangat bisa menjadi pemacu
semangat terampuh.
Mencoba menganalisis, kenapa ada sebagian orang yang bosan
dengan kata semangat yaitu mungkin karena mereka sendiri sebenarnya sedang
bersemangat, atau katakanlah dia sedang berada dalam kondisi level semangat
paling tinggi. Disisi lain ada orang yang mengatakan padanya “semangat yaaa”,
bisa jadi dia meakan merasa kata-kata itu hanya angin lalu, sehingga ia tidak
membutuhkanya. Mungkin saja banyak orang yang memberikan ucapan itu padanya,
sampai tak terhitung sehingga dia merasa bosan.
Alasan lain adalah, dia sudah kebal dengan kata itu, sehingga perlu hal
lain yang bisa membangkitkan semangatnya.
Bagi saya pribadi, saya lebih suka memberikan semangat
sambil member embel-embel sedikit kata-kata motivasi. Misalnya, waktu itu temen saya cerita ke saya, dia merasa begitu
sedih karena beberapa kali ditolak oleh perusahaan. Jadilah dia job seeker yang galau. Saya memberikan
semangat kepada dia dengan sedikit embel-embel nasehat semisal “Allah belum
mengizinkan kamu bekerja, karena Allah masih memilah mana yang terbaik bagimu. Bersyukurlah,
kamu diuji untuk menjadi sabar, karena nati kamu akan mendapatkan yang terbaik.
Saya sakin, selalu ada ganjaran untuk orang yang sabar. Tetep sabar dan tetep
semangat”. Entah kata itu manjur atau tidak, tetapi dia bilang terharu dan
sangat seneng punya sahabat seperti saya (*ecieeeeeeeeeeeeeee).
Banyak cara untuk memberikan semangat kepada seseorang. Bosan
atau tidaknya seseorang yang kita kasih semangat, tergantung juga dengan
bagaimana kita mengucapkan dan bagaimana niat kita mengucapkanya dengan hati. Ucapan
yang tulus dari hati pasti akan berbuah manis pula. Dan yang menurut saya
ucapan semanagt yang terindah adalah, ucapan yang berasal dari hati dan
diucapkan dengan senyuman paling manus yang tulus dari hati, meskipun itu hanya
kata “semangat yaaaaa”.
0 komentar:
Posting Komentar