Sore ini. tiba-tiba mata ini berkaca-kaca. ceritanya sore ini sedang mengejar deadline menyelesaikan proposal penelitian. sore-sore duduk manis di perpustakaan. ditemani laptop dan hp. suasana perpus yang sepi, dan menyendiri menunjang sekali untuk memelankoliskan diri.nah entah karena apa, kedua mata ini berkaca-kaca ketika berkali-kali memandang handphone sering sekali tiba-tiba mati dan kadang baru sadar setelah beberapa lama kemudian. ya maklum, hape tua..
entah kenapa jadi ingat Handphone saya yang hilang kemarin. waktu pertama sadar Handphone hilang, memang shock, dan beberapa hari ini memang sudah bisa iklas menerima. berkali-kali hati menyakinkan diri bahwa mungkin belum rejeki, dan mungkin ada orang yang lebih membutuhkan handphone itu.keikhlasan sudah tertanam memang tapi entah kenapa sore ini tiba-tipa iklas itu serasa melebur.
keiklasan dan rasa menerima berubah menjadi mata yang berkaca-kaca ketika handphone yang kini saya pakai tiba-tiba mati sendiri.rasanya kesal dalam hati. apalagi kalau mati dan baru sadar lama, dan tiba-tiba ada pesan penting. rasanya menyesal seklai dan rasanya ingin menangis.
berat memang ketika pada awalnya kita memegang barang yang sudah kebiasaan dan sangat lekat dengan hidup kita. ketika memakai hape lama, jejaring sosial, relasi pertamanan semua on. tak ada cerita itu hape tiba-tiba mati sendiri dan bikin kesal. nah sekarang harus memegang hp yang seadanya dengan keadaan yang sulit diterima. yang terkadang mati dan tidak menunjang kenyamanan sama sekali.
yang membuat mata berkaca-kaca sebenarnya adalah ketika diri ini menyuruh diri sendiri untuk iklas, sabar dan menerima. ya, iklas. menerima dan menanti gantinya. meskipun kedua kakak sudah menjanjikan untuk memberikan bulan depan tetapi masih berat untuk mengiklaskan hidup sebulan dengan handphone seadanya.
meski berat tetapi hati ini terus meyakinkan diri untuk iklas dan sabar, hingga akhirnya, mata tak kuat membendung, dan air mata menetes:(
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar